Mengenal Alat Musik Tradisional Khas Bandung

alat musik tradisional

Bandung adalah salah satu kota yang budayanya masih sangat kental. Di kota ini, kamu menemukan orang – orang yang menggunakan campuran Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Selain terkenal memiliki banyak tempat wisata dan kuliner, ternyata Bandung memiliki alat tradisional yang masih dipakai hingga sekarang.

1. Degung

gamelan degung

gamelan degung

Alat musik degung atau yang biasa disebut gamelan ini berasal dari Bandung, degung terbilang tradisional karena diperkirakan sudah ada sejak abad 18.

Degung itu sendiri bukan hanya sebutan untuk 1 alat, namun dianggap seperangkat gamelan degung yang terdiri dari alat musik gong, jenglong, kendang, saron dan suling.

Sampai saat ini gamelan degung digunakan dibeberapa acara seperti pernikahan, jaipongan, sinden, bahkan di acara Opera Van Java.

Hal ini bertujuan untuk menunjukan eksistensi alat tradisional ini kepada masyarakat. Kamu juga bisa kok mengenalkan alat musik ini pada masyarakat, cukup sewa grup gamelan degung ditengah pernikahan kamu nanti, hal ini bisa memberi kesan sangat tradisional namun tetap mewah.

2. Kecapi

kecapi

kecapi

Alat musik kecapi muncul sejak 4000 tahun yang lalu, bentuknya seperti perahu terbalik, dimana diatasnya terdapat 13 pasang senar.

Setiap senar terbuat dari campuran emas dan tembaga. Untuk menyetem suara kecapi sangat teramat sulit dan memakan waktu lama, harganya pun cukup mahal.

Namun di zaman sekarang bisa disiasati dengan membuat senar kecapi dari bahan kawat baja agar harganya pas.

Cara memainkan kecapi harus dipetik. Dan ternyata, negara China juga memiliki alat musik tradisional kecapi lho. Hal ini terbukti dari film-film zaman dulu yang backsoundnya menggunakan instrumen yang dipetik.

Jika kamu cermati, suaranya mirip sekali dengan kecapi. Indonesia memiliki banyak alat tradisional namun sayangnya tidak terlalu dilestarikan. Mulai sekarang, ayo bangun jiwa seni kamu dan budayakan alat musik tradisional ini!!!

3. Suling

suling

suling

Suling merupakan alat musik yang terbuat dari bambu. Suling dianggap tradisional karena telah digunakan sejak manusia purba Neandhertal dimana telah hidup sekitar 100.000 tahun yang lalu. Suling memiliki 4 lubang, dimana bila lubang itu ditutup akan menghasilkan nada yang berbeda-beda.

Cara kerjanya, jika ditiup udara yang masuk akan membentur ke dinding-dinding tabung sebagai resonator dan akan menghasilkan suara.

Suara yang dihasilkan oleh suling diperkirakan dapat mencapai 3 oktaf bahkan lebih. Ga kalah dengan alat musik yang lain kan?

Walau suling tidak menjadi alat musik yang digemari banyak orang, namun suling masih digunakan di beberapa acara sebagai pelengkap.

4. Karinding

karinding

karinding

Sama halnya dengan suling, karinding juga terbuat dari bambu. Awalnya alat musik ini digunakan untuk mengusir hama, karena bunyi karinding yang low decible akan membuat hama sulit berkonsentrasi hingga akhirnya menjauh dan pergi.

Konon katanya juga, alat musik ini digunakan para lelaki zaman dulu untuk memikat hati para wanita.

Jika hal itu benar, pastilah karinding menjadi alat musik terpopuler pada zaman itu.

Usia karinding tidak diketahui, namun menurut kabar angin, karinding telah ada sebelum kecapi dibuat. Berarti sangat tua ya?

Bentuknya pun sangat kecil, panjang 10 cm, dengan lebar 2 cm. Cara memainkannya terlihat gampang, hanya dipukul oleh satu jari pada satu sisi. Lalu ruas tengah ditempelkan pada mulut yang sedikit terbuka, maka karinding akan menghasilkan suara.

Namun suara yang dihasilkan karinding bergantung pada rongga mulut, nafas dan posisi lidah. Tentu hal ini sangat susah untuk menghasilkan nada yang indah. Jika kamu pergi ke desa-desa, sudah jarang ya orang yang memainkan karinding.

5. Angklung

angklung

angklung

Angklung juga merupakan salah satu alat musik dari bambu atau kayu.

Alat musik ini sudah mendunia. Bahkan pernah dimainkan di Amerika, Jepang dan negara lainnya.

Angklung pernah dibawakan oleh pelajar asing di Departemen Luar Negeri Indonesia. Cara memainkannya adalah dengan menggerakkannya ke bagian samping, sayangnya 1 angklung menghasilkan 1 nada, oleh karena itu biasanya angklung dimainkan oleh 1 team dimana 1 orang memegang 1 buah angklung.

Nada – nada yang ada pada angklung ini pun disesuaikan dengan ukurannya. Di Bandung tersedia tempat untuk mempelajari atau mengetahui lebih dalam mengenai angklung. Bahkan, populernya angklung ini juga pernah tercatat dalam buku rekor dunia.

Waktu itu di Amerika sebanyak 5.182 orang. Kejadian yang membanggakan seluruh warga negara Indonesia ini terjadi pada tahun 2011 lalu.

Share Yuk :

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *