Legenda Dibalik Gunung Tangkuban Perahu

sangkurian dengan ayahnya

Semua orang pasti tahu dongeng dibalik Gunung Tangkuban Perahu. Gunung yang memiliki sejarah ini ternyata menyimpan kisah menyedihkan. Cerita ini dijadikan cerita anak-anak dan ingat hingga mereka tumbuh dewasa. Legenda Tangkuban Perahu cukup populer di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat Bandung.

Berawal Dari …

sangkuriang

sangkuriang

Beribu-ribu tahun yang lalu, ada suatu kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja dan ratu, yang hanya memiliki 1 orang anak bernama Dayang Sumbi. Konon Dayang Sumbi sangat cantik dan cerdas, namun sayangnya dikarenakan anak raja dan ratu, Dayang Sumbi pun tumbuh dengan sifat yang terlalu manja. Hingga suatu saat ketika dia beranjak dewasa, Dayang sumbi menenun di beranda Istana, karena kondisinya kurang baik, dia menjatuhkan benang berkali-kali. Sampai kesal dan bersumpah, siapapun yang mau mengambilkan pintalan benang itu akan dia nikahi. Tidak lama kemudian, datanglah seekor anjing sakti bernama Tumang. Mengingat sumpahnya, maka mau tidak mau Dayang Sumbi harus melaksanakan janjinya. Menikahlah anjing tersebut dengan Dayang Sumbi.

Melahirkan Seorang Anak Laki-Laki

Singkat cerita mereka berbahagia, dan dikaruniai sebuah anak laki-laki yang sangat tampan bernama Sangkuriang. Hingga dewasa, Sangkuriang tidak tau bahwa anjing tersebut adalah ayahnya, Sangkuriang menganggap anjing tersebut hanya seekor anjing yang sangat setia menemaninya. Sampai akhirnya Sangkuriang tumbuh menjadi pria perkasa dan sangat tampan.

Dan Malapetaka Itupun Datang…

Tumang

Tumang

Pada suatu saat, Dayang Sumbi menyuruh anaknya berburu rusa untuk makanan pesta. Pergilah Sangkuriang bersama anjingnya si Tumang, namun saat itu tidak ada rusa satupun, sampai akhirnya Sangkuriang putus asa, tapi tidak mau melihat Ibunya kecewa. Akhirnya terpaksa dia mengarah panahnya pada Tumang, tak lain adalah Bapaknya sendiri. Setelah itu, pulanglah Sangkuriang ke rumahnya dengan membawa potongan daging yang dikira adalah potongan daging rusa. Dayang Sumbi merasa senang dengan keberhasilan anaknya. Sampai akhirnya Dayang Sumbi baru teringat dengan Tumang, dan menanyakan keberadaan Tumang ke Sangkuriang. Awalnya Sangkuriang tidak terus terang, sampai akhirnya mengatakan apa yang telah terjadi. Seketika Dayang Sumbi sangat marah, dan memukul Sangkuriang tepat di keningnya hingga Sangkuriang pingsan. Seketika Raja dan Ratu sangat marah dengan perbuatan Dayang Sumbi dan mengusir dia, tapi untungnya Sangkuriang masih bisa sadar dan tidak kenapa-napa.

Pertemuan Dengan Seorang Wanita

pertemuan dengan dayang sumbi

pertemuan dengan dayang sumbi

Selang beberapa tahun Sangkuriang bertemu sosok wanita yang sangat cantik, wanita itu pun jatuh cinta pada Sangkuriang, tak lain adalah anaknya sendiri. Ya, wanita cantik tersebut adalah Dayang Sumbi. Setelah saling mengenal satu sama lain, Sangkuriang merasa nyaman dan ingin menikahi wanita tersebut. Sampai suatu saat, Dayang Sumbi mengelus kening Sangkuriang dan ia lihat bekas luka yang mirip bekas luka anaknya. Berkali-kali Dayang Sumbi membelototi luka tersebut, hingga perlahan yakin bahwa laki-laki yang sedang disentuhnya adalah anaknya sendiri.

Bersih Keras Untuk Menikahi Ibu Kandungnya

Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan usaha anaknya untuk menikahinya, namun Sangkuriang bersih keras ingin menikahinya hingga akhirnya Dayang Sumbi mengeluarkan beberapa syarat yang sulit dicapai. Pada saat itu, Dayang Sumbi ingin dibuatkan sebuah sebuah bendungan lengkap dengan perahunya. Syarat itu harus beres dalam 1 malam dan sebelum matahari terbit. Namun, diluar dugaan Sangkuriang menyanggupinya.

Detik-Detik Menuju Keberhasilan

kemurkaan sangkuriang

kemurkaan sangkuriang

Saat malam itu, Sangkuriang mulai bekerja. Pada zaman dulu sangat kental dengan hal gaib, hingga Sangkuriangpun memanggil bala bantuan dari makhluk halus guriang. Sangkuriang mulai menebang pohon, dan tebangannya pun dijadikan bukit yang sekarang disebut Gunung Bukit Tunggul. Ranting dan Kayu sisa ditumpuk hingga terbentuk Gunung Burangrang. Malam pun dilewati dengan kerja keras. Selanjutnya, Sangkurian membuat danau, dibantu dengan mahkluk halus hingga akhirnya perahu itu hampir saja selesai. Dayang Sumbi ketakutan melihat keberhasilan Sangkuriang. Sampai akhirnya Dayang Sumbi menebarkan kain-kain tenunannya ke arah timur meminta bantuan Sang Hyang Tunggal agar menggagalkan usaha Sangkuriang.

Saat Terbit Fajar…

Doanya terkabul, hasil tenunan Dayang Sumbi memancarkan cahaya kemerah-merahan, ayam jantan mulai berkokok, kemudian suasana seolah menjelang fajar mengakibatkan para makhluk gaib pergi dan bersembunyi di bawah tanah. Ketika pekerjaan hampir saja selesai, semua seolah sudah terlambat, lalu Sangkuriangpun marah. Dalam sekejap Perahu yang telah dibuat di tendang dan terlempar jauh, dan terlungkup. Hingga akhirnya seiring termakan usia, perahu itu berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Dayang Sumbi pun meminta bantuan agar dapat berubah menjadi sebuah bunga jaksi. Namun Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi hingga akhirnya tersesat ke alam gaib di daerah Ujung Berung.

Kisah Tersebut Mengandung Pesan Moral

Setiap kisah mengandung pesan moral, termasuk kisah Sangkuriang yang dipercaya memang terjadi. Pesan dan cerita tersebut, sangat banyak sekali. Dari hal sumpah serapah, anak yang membunuh Ayah kandungnya, hingga ingin menikahi Ibunya sendiri. Saat ini, Gunung Tangkuban Perahu masih ada dan dilestarikan hingga akhirnya menjadi tempat pariwisata di daerah Bandung.

Mari Lestarikan Legenda Ini !!!

Kisah – kisah putri dari Kerajaan, sudah tersaingi dengan kisah putri – putri dan kisah pahlawan super yang ada pada film kartun di televisi. Dengan gayanya yang modern dan kisahnya lebih sesuai dengan masa kini,  kisah lama pun mulai terlupakan. Film – film ini bisa setiap hari diputar dan disaksikan oleh anak – anak. Hal ini membuat film kartun di televisi lebih mudah diingat dan tersimpan di dalam memori anak. Namun, ada juga cara lain yang bisa dilakukan untuk tetap melestarikan legenda. Salah satu caranya adalah dengan berkunjung langsung ke tempatnya bersama anak – anak.

Share Yuk :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *