Festival Kebudayaan Musim Semi di Jepang yang Sangat Populer

festival dijepang

Berkutat dengan negara Jepang tidak akan habis membahas tentang negara satu ini. Saya pribadi sangat kagum dengan kebudayaannya, dengan budaya yang seperti itu Jepang dapat mengajak dunia untuk ikut merayakan budayanya.

Membahas tentang kebudayaan, ada 8 festival kebudayaan Jepang yang sangat populer dan menarik wisatawan asing termasuk Indonesia. Festival apa saja? Yu, baca lebih lanjut

8 Festival Kebudayaan Jepang yang Sangat Populer

1. Sanja Matsuri

sanja matsuri

sanja matsuri

Sanja Matsuri menjadi salah satu festival kebudayaan musim semi terbesar dan terliar, pasalnya festival ini diikuti sejumlah yakuza, yakuza itu sendiri adalah sekelompok mafia yang diwaspadai di Jepang. Dengan terang-terangan mereka memperlihatkan tato dan identitas mereka. Namun Sanja Matsuri di tahun 2013 adalah festival yang sudah tidak dihadiri kelompok yakuza seiring adanya revisi UU Anti Yakuza.

Festival ini didatangi pengunjung paling sedikitnya 1,5 juta orang, sangat banyak kan? Karena dipercayai orang yang mengikuti festival ini akan mendapatkan rizki yang banyak.

Jam dimulainya festival kebudayaan ini dirayakan selama 3 hari yaitu Jumat, Sabtu dan Minggu. Namun jika kamu hanya ingin melihat Mikoshinya saja, kamu dapat datang di hari ke 2 dan ke3 di lokasi Asakusa Shrine, akan ada sekitar 100 Mikoshi yang akan di pikul. Sayangnya festival ini diperingati hanya 1x dalam 2 tahun yaitu di tahun genap saja.

Siapkan kamera, cemilan, dan uangnya juga. Karena sekitar parade tersebut banyak makanan gurih yang patut kamu coba.

Tempat perayaan festival ini di Sensoji Temple daerah Asakusa, Tokyo.

2. Sanno Matsuri

sanno matsuri

sanno matsuri

Festival kebudayaan ini berlangsung antara 9-16 Juni, perayaannya 2 tahun sekali berlangsung di tahun genap. Sanno Matsuri juga mengikut sertakan ratusan orang untuk ikut perayaan ini, karena perayaan ini cukup megah dan meriah tidak heran menjadi salah satu perayaan tertua di Tokyo yang sudah ada sejak zaman Edo.

Uniknya pada festival ini, para orang-orang yang ikut serta diizinkan memasuki kastil Edo, salah satu kastil yang tidak gampang dimasuki oleh masyarakat biasa.

Tujuan festival ini adalah untuk merayakan Edo menjadi ibu kota di Jepang. Di festival ini kamu bisa melihat salah satu kostum tradisional Jepang, Orang-orang yang ikut serta sudah dibagi tugas. Ada yang menabuh drum dan ada yang membawa patung hewan. Bagian yang terpenting adalah kuil portable yang dikhiasi phoenix, kuil itu akan digotong dan dibawa ke rute Tokyo antara lain ke Imperial palace, Station Tokyo dan Nihonbashi Bridge.

3. Kanda Matsuri

Kanda Matsuri

Kanda Matsuri

Festival kebudayaan ini dirayakan pada tanggal 15 Mei, di setiap tahun ganjil. Terbalik dengan Sanno Matsuri, yang diadakan di tahun genap. festival ini dirayakan untuk meratakan kemenangan Tokugawa Ieyasu saat perang Sekigahara saat Tokugawa Ieyasu melawan Ishida Mitsunari. Tujuan festival ini untuk memberi rizki dan keberuntungan bagi orang-orang.

Festival ini dilaksanakan di Kanda Myojin, Tokyo.

Baca juga : Budaya Masyarakat Jepang yang Patut Ditiru

4. Bunkyo Tsutsuji Matsuri

Bunkyo Tsutsuji Matsuri

Bunkyo Tsutsuji Matsuri

Disini kamu bisa menikmati pemandangan alam yang sangat sejuk, karena dapat melihat 100 jenis tanaman Azalea yang mekar di bulan April. Selama bulan April hingga Mei kamu bisa mengunjungi kuil Nezu. Disana tidak hanya bisa melihat tanaman, tapi banyak juga yang menjual cemilan, uniknya sekali warga Jepang ini sangat tertib dengan pertunjukan musim semi ini.

Mereka memanfaatkan waktu disana untuk menghirup udara segar.

Baca juga : 10 Tradisi Ritual Teraneh Didunia yang Masih Berlaku Hingga Sekarang

5. Tokyo International Anime Fair (TAF)

Tokyo International Anime Fair (TAF)

Tokyo International Anime Fair (TAF)

Festival ini terbilang festival modern, karena mempertunjukan berbagai karakter anime dalam 2 dimensi dan 3 dimensi. Berlangsung selama 4 hari dan untuk 2 hari terakhir dipertunjukan untuk umum. Untuk kamu pecinta anime, ada baiknya lho ketika di Jepang mengunjungi festival ini.

Festival ini biasanya diadakan di Tokyo Big Sight, Odaiba, Tokyo. Dengan waktu pelaksanaan sekitar akhir Maret.

Lucu ya, melihat balon-balon yang membentuk tokoh anime seperti Pokemon, Doraemon dan lain-lain.

Baca juga : Sejarah dan Perkembangan Anime Jepang

6. Omizutori

Omizutori

Omizutori

Omizutori, kalau saya lihat ini adalah festival obor terbesar di Jepang yang diadakan di Kuil Todaiji, diselanggarakan tiap tanggal 1 maret hingga 14 Maret. Obor yang digunakan sebesar 8 meter lalu diputar-putar dibawa keliling kuil hingga membuat serpihan api kecil.

Uniknya walau ukuran obor itu terbilang raksasa, para tangan ahli dapat membuat obor itu menjadi jinak, hingga tidak pernah membuat kebakaran dalam kuil.

7. Nagahama Hikiyama Festival

Nagahama Hikiyama Festival

Nagahama Hikiyama Festival

Nagahama hikyama festival merupakan salah satu festival arak-arakan terbesar di Jepang yang memiliki sejarah lebih dari 400 tahun dan ditetapkan sebagai aset penting nasional kebudayaan rakyat pada tahun 1979.

Dalam festival ini, menampilkan seni teater tradisional khas Jepang yang disebut Kabuki. Aktor-aktor Kabuki diperankan oleh anak laki-laki yang berusia 6 – 12 tahun. Uniknya mereka dapat berperan sebagai perempuan.

Adegan-adegan yang dipertunjukan bukanlah sebuah bahan tertawaan, karena mereka mempertunjukan adegan-adegan orang dewasa seperti membunuh dan adegan lainnya. Kisah-kisah dalam Kabuki dijelaskan oleh narator yang disebut Tayu dan diiringi dengan permainan musik Shamisen.

Festival ini diselanggarakan pada tanggal 13 – 16 April.

8. Inuyama Matsuri Festival

Inuyama Matsuri Festival

Inuyama Matsuri Festival

Festival Jepang yang terakhir adalah  Inuyama Matsuri dirayakan pada musim semi tepatnya di minggu pertama bulan April dengan jam terbangnya pada 08.00 hingga 22.00.

Festival ini dirayakan dengan menarik 13 kendaraan arak-arakan yang disebut Yama, setiap kendaraan tersebut menggambarkan kastil inuyama. Dengan tinggi masing-masing sekitar 7,6 meter dan kendaraan tersebut hanya mampu bergerak maju dan mundur, tidak heran untuk menggerakannya diperlukan sekelompok pria.

Pada puncak kendaraan terdapat boneka mekanik karakuri yang menari-nari dan beberapa musisi yang memainkan suling Jepang dan taiko drum. Hebatnya, musisi-musisi dimainkan oleh anak-anak yang berusia 5-6 tahun.

Share Yuk :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.