Asal Muasalnya Hari Valentine Masih Menjadi Kontroversi

sejarah hari valentine

Hari Valentine, sudah tidak asing di telinga ya. Hari yang dikenal dengan hari kasih sayang ini biasanya diperingati pada tanggal 14 Februari. Tradisi ini sudah berkembang sejak abad ke-19 dan saat memasuki abad ke-20, tradisi hari Valentine diperluas dengan cara bertukaran coklat, bunga, dan surat. Bahkan menurut Wikipedia, The Greeting Card Association mengatakan bahwa terdapat sekitar satu miliar kartu ucapan Valentine yang dikirimkan pada pasangannya setiap tahunnya. Artinya, Hari Valentine adalah hari terbesar kedua setelah hari Natal.

Bagaimana Hukumnya Jika Hari Valentine Dirayakan?

Eits… sebelum berfikir kesana mari kita ketahui dulu asal muasalnya hari Valentine, walau sebenarnya para sejarawan belum menentukan apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal 14 Februari ini.

Belum menentukan? Jadi apa semua hanya mitos? Baca dulu lebih lanjut yuk…

Asal Muasalnya Valentine :

dewa zeus dan hera

dewa zeus dan hera

Menurut tarikh kalender Athena Kuno menyatakan bahwa antara pertengahan Januari sampai pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, dimana terjadinya pernikahan antara Dewa Zeus dan Hera. Mereka adalah 2 dewa dengan kedudukan yang tinggi, namun yang bikin mencengangkan ternyata Dewa Zeus dan Hera adalah kakak-beradik, dengan kata lain hal ini adalah pernikahan inses atau pernikahan sedarah, dimana banyak negeri yang tidak memperbolehkan pernikahan tersebut.

Asal Muasal Hari Valentine di Romawi

Budaya ini sampai ke Romawi dan terjadilah sinkritisme, sampai-sampai tokohnya diganti menjadi separuh dewa dan separuh binatang. Dimana pada tanggal 15 Februari, terjadinya perayaan Lupersalia. Dan orang-orang yang ingin mengikuti ritual tersebut diharuskan membawa segeret daging domba untuk diikat di punggungnya sebagai tanda menghindari dari kemandulang dan kemalangan. Berlari-larilah mereka ke kota-kota dengan kondisi tersebut.

Asal Muasal Hari Valentine di Inggris dan Prancis

love lottery

love lottery

Budaya ini berkembang lagi ke Inggris dan Prancis terjadilah sinkritisme lagi akibat inflasi hingga akhirnya budaya ini berubah menjadi love lottery atau undian cinta dimana dari sini mulai memakai simbol love atau hati yang digunakan hingga zaman sekarang.

Proses love lottery biasanya dilaksanakan sebelum malam hari, dimana para gadis dan laki-laki telah siap pada barisannya. Dimulailah dari para wanita, satu-persatu mereka menuliskan namanya di secarik kertas, yang kemudian kertas itu dimasukan ke sebuah bejana. Kemudian para lelaki satu persatu mulai menarik 1 kertas yang ada dalam bejana, dimana terdapat nama wanita yang akan menjadi pasangannya, adapun yang menjadi suaminya / istrinya, semua tergantung kesepakatan pasangan masing-masing.

pasangan valentine

pasangan valentine

Setelah menemukan pasangan masing-masing, para peserta menunggu jam tengah malam untuk melangsungkan ritual Love Lottery, ritual semacam apakah itu? Ritual tersebut adalah ritual melakukan hubungan suami istri. Pada tahun berikutnya, di hari yang sama terjadilah ritual seperti itu lagi. Dimana para wanita menulis nama dan laki-laki menarik kertas dalam bejana. Kasarnya, 5 tahun acara itu berlangsung 5x juga berganti-ganti pasangan.

Bisa dibayangkan? Jika latar belakang Valentine seperti ini dan kamu merayakan hari Valentine tersebut, bagaimana jadinya?

Kembali pada topik, pada saat itu mayoritas masyarakatnya adalah Kristen. Dimana gereja sedang dipimpin oleh Paus Gelasius, ia mengganggap tradisi Love Loterry sebagai tradisi pagan dan immoral. Melihat para remaja yang senang bercinta, mabuk-mabukan dan hura-hura membuat kondisi Gereja kian sepi. Khawatir dengan kondisi ini, maka Gereja berinisiatif menarik para remaja untuk beribadah lagi.

Bagaimana Caranya Menarik Masyarakat Untuk Beribadah ke Gereja?

sejarah saint valentinus

sejarah saint valentinus

Gereja berpendapat jika tradisi pagan tersebut dimasukan ke dalam gereja dan mengganti tokohnya menjadi seorang Pastur

Sejarah Valentinepun Dimulai …

Menurut catatan gereja, Saint Valentino adalah seorang Pastur yang akan dihukum mati, karena dianggap telah berkhianat dengan cara menyembunyikan para pemuda perang sedangkan saat itu masa wajib militer. Hingga akhirnya Pastur itu ditangkap dan akan dieksekusi mati dengan cara dipancung. Dalam penjara, ia diberi makan oleh seorang gadis buta yang sangat cantik.

Hingga akhirnya hari eksekusipun tiba, ia pun cepat-cepat mengirim surat untuk sang gadis melalui perantara. Mungkin dalam otaknya berfikir toh ia akan mati, tidak ada salahnya menyatakan cintanya pada gadis buta tersebut walau sang gadis tidak mungkin melihat tulisannya.

surat cinta valentine

surat cinta valentine

Hingga tiba saatnya ia dipancung dan akhirnya meninggal. Disaat yang sama surat cinta Valentine baru saja sampai kepada gadis tersebut. Hingga keajaiban muncul, saat menerima surat, mendadak gadis tersebut dapat melihat. Adapun yang mengatakan, Saint Valentine menyemprotkan cairan suci pada mata gadis tersebut, hingga gadis itu bisa melihat dan jatuh cinta pada Valentine.

 

Kesimpulan :

Dari sepenggal cerita-cerita diatas dapat kita jawab, apakah pantas warga Indonesia merayakan hari Valentine? Yang bahkan seorang sejarawan saja belum menemukan bukti otentik tentang asal usul hari Valentine. Ceritanya saja terdiri dari beberapa versi, terkadang berbeda-beda info. Bahkan Gereja pun hingga detik ini masih memperdebatkan mengenai sejarah Valentine.

Akibat Budaya Valentine

akibat budaya valentine

akibat budaya valentine

Dengan merambatnya hari Valentine didunia, meningkat pula penderita HIV AIDS, apa benar semua hanya kebetulan? Hal ini terbukti meningkatnya penjualan kondom saat memasuki hari Valentine. Jika di Amerika, Hari Valentine menjadi hari terbesar kedua setelah Natal. Bagaimana di Indonesia? Indonesia yang telah menjadi negeri mayoritas Islam terbesar di dunia, ternyata diam-diam membudidayakan hari Valentine. Kemon guys,,, sebelum latah cari dulu asal usulnya.

Ada Apa Dengan Bangsa Kita?

Sedangkan ditengah maraknya perayaan hari Valentine, beberapa Gereja telah melarang umatnya untuk merayakan hari Valentine, salah satunya Gereja di Rusia. Adapun pernyataan yang sangat mencengangkan, Gereja mengatakan bahwa sejarah Valentine hanya mitos saja.

Share Yuk :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.