16 Pelukis Terkenal di Indonesia yang Sangat Legendaris (Part 2)

16 pelukis terkenal indonesia

Masih penasaran kan dengan pelukis-pelukis di Indonesia? Ini adalah lanjutan artikel sebelumnya. Dimana ternyata masih banyak pelukis Indonesia yang berani menginjakan karirnya di dunia seni rupa. Bahkan sampai sekarang masih ada saja pelukis senior yang masih berkarya dan berani menjual lukisannya dengan harga milyaran rupiah. Amazing…!! Lanjut saja yu…

16 Pelukis Terkenal di Indonesia (part 2):

9. Itji Tarmizi

hasil karya itji tarmizi

hasil karya itji tarmizi

Itji Tarmizi lahir pada tanggal 21 Juli 1939 di Sumatera Barat, dan meninggal di tanggal 27 November 2001 di Jakarta. Pelukis yang satu ini beraliran Realisme-Sosialis. Saat ia usia 8 tahun, ia menderita penyakit yang sangat serius sehingga kehilangan pendengarannya dan mengalami kesulitan berbicara. Ia adalah pelukis beraliran Realisme-Sosialis di zaman orde lama periode 1950-1960-an. Pada masa itu Itji Tarmizi menjadi pelukis kesayangan Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta, karena karyanya yang luar biasa dianggap hilang akibat berada ditangan para kolektor.

Saat masa pendidikannya, ia tidak lulus di Sekolah Rakyat namun tetap di terima di mahasiswa luar biasa ASRI (Akademik Seni Rupa Indonesia). Luar biasanya karya-karya Itji menjadi salah satu koleksi Presiden Soekarno.

Karya-karyanya menggambarkan suara rakyat, hal ini diperkirakan karena perasaan trauma terhadap politik dan kekerasan dalam Pemerintah yang membuat Itji sempat menghilang dan mengurung diri di perkampungan halamannya. Namun Tarmizi kembali lagi ke Jakarta dan menggeluti lagi dunia Seni Rupa.

Hasil karya Itji Tarmizi : Anak dan Burung.

10. Raden Saleh

hasil karya raden saleh

hasil karya raden saleh

Raden Saleh seorang pelukis pertama dari Indonesia yang dapat mencari ilmu hingga Eropa.  Lahir pada tahun 1807 di Semarang dan meninggal pada tanggal 23 April 1880. Ia seorang pelukis besar yang sekolah di sekolahan rakyat. Saat zamannya, Raden Saleh di anggap Maestro dan mendapatkan berbagai macam penghargaan.

Semua berawal saat ia belajar dari pelukis Belgia yang dari Belanda dan menjadikan ia seorang pelukis multitalenta seperti melukis dengan cat minyak hingga terkadang ia terjun langsung mencari objek pemandangan untuk dilukis.

Di tahun 1829, ia hijrah belajar ke negeri kincir angin yaitu Belanda. Di Eropa ia belajar lebih banyak, mulailah mendalami melukis hewan, dan kehidupan hewan di padang pasir. Hal ini menjadikan Raden Saleh menjadi sosok inspiratif.

Raden Saleh seseorang yang tidak menyukai penindasan, dan menjunjung tinggi kebebasan dan kemerdekaan. Hal ini terlihat dari karya-karyanya yang membuatnya mendapat berbagai penghargaan.

Hasil Karya Raden Saleh : A Flood on Java, Berburu, Lion and Tiger Fighting, Arab Attacked by Lion, Berburu Singa, Fighting With a Lion, Forest Fire and Fleeing Animals, dan lain-lain

Note : Karyanya yang berjudul Pangeran Hitam menjadi salah satu koleksi Ratu Elizabeth II.

11. S. Sudjojono

hasil karya s. sudjojono

hasil karya s. sudjojono

S. Soedjojono yang bernama lengkap Sindu Sudjojono lahir pada tanggal 14 Desember 1913 di Kisaran dan meninggal pada tanggal 25 Maret 1985. Semua berawal dari ketika ia pindah ke Jakarta, ia mulai tertarik dengan dunia seni rupa dan belajar pada pelukis Jepang bernama Chioji Yazaki. Sebelumnya ia sempat ditunjuk menjadi Guru di Taman Siswa, dan disuruh membuka sekolahan baru. Namun sudah kepalang mencintai dunia seni. Inilah awal namanya melejit. Pada tahun yang sama ia mendirikan Persagi ( Persatuan Ahli Gambar Indonesia).

Lukisan karyanya menggambarkan goresan ekspresif, berstektur, dan sapuan. Karya lukisnya banyak bertemakan perjuangan Indonesia untuk mengusir penjajah Belanda. Dan setelah merdeka, karya lukisnya banyak bertemakan tentang alam, aktifitas masyarakat, bunga dan Budaya.

Hasil karya S. Sudjojono : Cap go meh, Pasukan Kita, Wanita di Atas Bukit dan lain-lain.

12. Popo Iskandar

hasil karya popo iskandar

hasil karya popo iskandar

Popo Iskandar seorang pelukis dan sekaligus dosen di IKIP Bandung yang sekarang berubah namanya menjadi UPI. Lahir pada tanggal 18 Desember 1926 dan meninggal tanggal 29 Januari 2000. Berawal dari pengaruh abangnya, Popo menggeluti dunia seni rupa dan diajar oleh Hendra Gunawan dan Barli Samitawinata. Pada saat itu Popo memiliki bakat dengan alirannya sendiri, karena kegemarannya yang menulis kucing. Popo akhirnya mendapat julukan pelukis kucing.

Dengan sisi pelukisnya ia bisa melihat ekspresi dari kucing-kucing yang digambarnya namun ternyata bukan hanya kucing yang dilukisnya melainkan ayam, banteng, bunga, kebun bambu dan lain-lain, uniknya warna yang digunakan hanya 2-3 warna.

Hasil karya Popo Iskandar : Ayam, Bulan diatas Bukit, Kucing, Two Panthers and red Sunset, Bunga, Cat, Mother & Child, Young Leopard dan lain-lain.

13. Srihadi Soedarsono

hasil karya srihadi soedarsono

hasil karya srihadi soedarsono

Srihadi Soedarsono lahir pada tanggal 4 Desember 1931 di Surakarta. Adalah salah satu pelukis yang karyanya di buru banyak kolektor dalam dan luar negeri. Dimulai pada tahun 1945-1948 ia menjadi wartawan pelukis dan bergabung dengan Seniman Indonesia Muda pada tahun 1847-1952, dan ia mulai aktif mengikuti pameran-pameran di Solo dan yogyakarta. Pengetahuannya terhadap dunia seni membuat ia menjadi dosen di Universitas Indonesia yang sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung.

Awal dari karyanya mencangkup geometris sintetik. Hingga pada tahun 1960 ia bereksperimen terhadap bentuk-bentuk abstrak, sampai menginjak tahun 1970 karyanya cenderung beraliran impresionis. Dan karya terakhirnya terinspirasi dari ajaran Zen muncul bentuk simplifikasi.

Hasil karya Srihadi Soedarsono : Doa dalam Penantian, Perahu Jukung, The Warior – The Energy of Love And Peace dan lain-lain.

14. Djoko Pekik

hasil karya djoko pekik

hasil karya djoko pekik

Djoko Pekik lahir pada tanggal 2 Januari 1937 di Grobogan Jawa Tengah. Bakatnya melukis sudah terlihat sejak ia masih kecil. Namun sayangnya, ia dari keluarga tidak berada, sehingga masa kecilnya terlewati dengan membantu kedua orang tuanya dan sama sekali tidak ada cita-cita menjadi pelukis. Pendidikan formalnya tidak mencapai SD, akhirnya ia bergabung dengan LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat), disinilah Djoko Pekik mulai berkreatifitas dengan melukis, dan lukisannya masuk 5 besar terbaik saat itu.

Pada saat Djoko berada dalam penahanan sel pasca peristiwa G30/S PKI, seorang peneliti bernama Astari banyak membaca karya-karya Djoko, hingga akhirnya ia diikut sertakan di Amerika pada tahun 1989 untuk mengikuti pameran lukisan. Mendadak nama Djoko Pekik terkenal di Indonesia, para kolektorpun memburu karya-karyanya, karena dianggap sangat ekspresif. Ia mampu mencurahkan seluruh perasaannya di atas kanvas.

Pada tahun 1999, ia sempat menjual karyanya dengan harga 1 milyar. Wow, keren ya.

Hasil karya Djoko Pekik : Celeng, Go to Hell Crocodile, Yes I am a Whore, Becak Driver is Being Baby, Bumi Tarung, Pasangan Hidup, Tak seorangpun Pulang dan lain-lain.

15. Jeihan Sukmantoro

hasil karya jeihan sukmantoro

hasil karya jeihan sukmantoro

Pelukis terkenal di Indonesia lainnya adalah Jeihan Sukmantoro lahir pada tanggal 26 September 1938. Dalam caranya melukis memiliki ciri khas dan berkarakter figuratif dengan mata hitam dan warna datar sederhana. Ternyata ia memadukan aura mistik timur dan mistik barat ke lukisannya.

Latar belakangnya pernah menduduki bangku kuliah di ITB, hal ini memicu sikapnya yang disiplin dan konsisten dalam bidang seninya.

Hasil karya Jeihan Sukmantoro : Nuriah, Sandra, Uni, Mimin, Nyai, Didi dan lain-lain.

Baca juga : Sejarah dan Perkembangan Anime Jepang

16. Widayat

hasil karya widayat

hasil karya widayat

Lahir di Kutoarjo Jawa Tengah tahun 1923, ia pindah ke Bandung saat meneruskan sekolah menengahnya namun tidak tamat. Ia sangat menyukai Flora dan Fauna karena terinspirasi dari pengalaman saat ia bekerja di bidang kehutanan. Gaya lukisannya batik kontemporer. Pada tahun 1949, ia sempat belajar dengan ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia) di Jogja.

Beberapa penghargaan pun telah disandangnya dalam bidang seni rupa, sampai akhirnya karya terbaiknya “Kali Bawang” mendapatkan penghargaan dari pemerintah RI.

Hasil karya Widayat : Abstraksi Dekora, Ayam, Burung-burung di Pulau Dua, Dialog dengan Burung, Dua Turis Melihat Pertunjukan Kuda Lumping, Ikan-ikan, Taman Firdaus, Gunung Merapi Meletus dan lain-lain.

Share Yuk :

3 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *