10 Ritual Teraneh Didunia Yang Masih Berlaku Hingga Sekarang

tradisi teraneh didunia

Ritual, tidak luput dari adat nenek moyang yang diberikan secara turun temurun, tradisi ini biasanya dilaksanakan sebagai simbolis keagamaan atau adat istiadat yang dipercayai akan membawa berkah bila dilakukan. Walaupun berkesan seram, tradisi akan susah dihilangkan karena akan dianggap tidak menghargai nenek moyang.

Zaman dulu jelas berbeda dengan zaman sekarang, nenek moyang kita sangat percaya dengan mitos dan hal-hal berbau mistis, bila kita pelajari dalam segi science terkadang tidak masuk ke logika. Namun ritual seperti itu memang ada, dan masih ada saja peminatnya bahkan sebagian dijadikan ajang festival untuk dipertontonkan. Ritual apa saja itu?

10 Ritual Teraneh Didunia yang Masih Berlaku Hingga Sekarang :

1. Kanibalisme

kanibal

kanibal

Kanibalisme mengandung arti memakan sesama jenis. Pada tahun 2003 Indonesia digegerkan oleh kabar Sumanto yang memakan bangke manusia, namun ternyata ada beberapa kelompok manusia didunia yang memiliki tradisi memakan daging manusia, salah satunya suku Taleli Tolai di Papua New Guinea. Di abad ke-19, sekelompok suku Tolai membunuh dan memakan empat orang misionaris yang dipimpin oleh pendeta Inggris, walau pada akhirnya suku Tolai meminta maaf atas tragedi ini. Terlebih para misionaris berniat menyebarkan agama Kristen di Laut Selatan, namun sangat tragis nasibnya. Niat sucinya pupus ditengah jalan.

Masih belum diketahui mengapa ada seseorang yang menyukai daging manusia bahkan rela membongkar kuburan baru untuk dapat memakan mayat tersebut. Namun menurut para kanibal, daging manusia sama seperti daging sapi, ayam dan babi.

2. Tarian Matahari

tarian matahari

tarian matahari

Tarian Matahari yang dilakukan oleh suku Indian Amerika, sejenis ritual untuk menghormati para roh agung dan Pohon kehidupan.

Ritual ini sangat mengerikan karena harus menahan rasa sakit selama berjam-jam. Suku Indian akan berposisi memutari pohon yang di anggap Pohon kehidupan, pohon itu ditempelkannya batang bertali, lalu batang bertali tersebut dikaitkan ke kulit salah satu suku Indian Amerika. Belum diketahui syarat orang yang harus menahan sakit berjam-jam. Terlebih orang tersebut harus maju-mundur untuk melepas batang yang menusuk kedalam kulit dadanya.

Baca juga : Budaya Masyarakat Jepang yang Patut Ditiru

3. Menyalahkan Diri Sendiri (Self-Flagellation)

menyalahkan diri sendiri

menyalahkan diri sendiri

Ritual ini dilakukan dibulan suci Muharram oleh pengikut sekte Syiah Islam. Tujuan ritual ini adalah menyalahkan diri sendiri untuk memperingati pertempuran Karbala. Benda-benda yang digunakan pun sangat tajam, seperti pisau, cambukan, dan rantai. Mereka memukul badan sendiri tepatnya dibelakang atau punggung. Tradisi ini menyebar hingga India, Pakistan, Australia, bahkan Amerika. Di Iran, tradisi ini hanya menggunakan benda-benda yang tidak tajam. Di Arab itu sendiri, tradisi ini sangat dilarang. Bagaimana menurutmu? Saya pribadi sangat kontra dengan tradisi ini karena hanya akan menyakiti diri sendiri.

4. Vine Jumping

gkon

gkon

Vine Jumping jika diartikan melompat dengan tanaman rambat. Olahraga ini biasanya disebut ritual Gkol. Dilakukan oleh penduduk desa Bunlap di Kepulauan Pasifik. Tradisi ini sebenarnya seperti olahraga Jumping, namun pengaman yang digunakan sangat tidak jelas. Prosesi ritual dimulai dengan nyanyian dan menari bersama, sampai ada sukarelawan yang akan meloncat dengan pengaman yang ditalikan ke kakinya. Tinggi lompatan tidak diukur, namun menurut kepercayaan penduduk sekitar percaya bahwa semakin tinggi melompat semakin besar berkah dari Sang Dewa. Hal ini tentu menambah potensi patah tulang, hingga meninggal karena yang akan jatuh duluan adalah kepala.

5. Voodoo

voodoo

voodoo

Inilah ritual yang sangat terkenal di seluruh dunia, jika di Indonesia ritual ini seperti santet. Ritual yang sangat kejam namun tetap ada, budaya ini berasal dari daerah Afrika Barat. Ritual Voodoo dikutip kedalam beberapa film Hollywood, kisah Voodoo berawal dari penganut keagamaan pada saat itu dinamakan Vodooists. Para Vodooists diketahui telah berhubungan dengan mahkluk halus dan beberapa barang keramat untuk ritual ini. Seiring dengan zaman, Voodoo tercampur dengan budaya dan agama lain. Namun konsepnya tetap sama.

Tujuan ritual ini untuk mengendalikan tubuh korban yang nantinya akan masuk ke hutan selama tiga hari dengan kondisi korban dalam kerasukan roh halus. Hal ini sangat dikhawatirkan akan melukai korban Voodooists, karena orang yang dikendalikan tidak akan makan selama tiga hari.

6. Kuburan Langit

kuburan langit

kuburan langit

Pemakaman biasanya prosesi penguburan jasad kedalam tanah dengan kedalaman 2 meter. Lain halnya dengan suku Tibet. Ritual ini bisa dibilang paling mengerikan karena seseorang yang meninggal tidak dikuburkan dengan layak, hal ini karena keadaan Geografis bangsa Tibet berada di dataran tinggi. Prosesinya pun seperti binatang, dimana mayat yang sudah tidak bernyawa di sayat-sayat, dipotong kecil-kecil untuk ukuran mulut burung pemakan bangkai, jika ada daging sisa yang menempel ditulang, maka suku Tibet akan menumbukannya hingga hancur dan diberikan lagi pada burung Nazar. Yang lebih seramnya, prosesi pemotongan membuat tanah penuh dengan darah, tulang-tulang yang tersisa akan dikumpulkan seperti tumpukan tempat sampah, hanya saja tulang-tulang itu diberi batu nisan. Biasanya tengkorak kepalanya akan dibawa pulang untuk tempat air minum. Duuuh ngeri banget ya.

7. Jalan diatas Bara Api

jalan diatas api

jalan diatas api

Berjalan di atas bara api atau festival Sembilan Dewa Kaisar biasanya dilakukan oleh masyarakat Penang, Malaysia. Festival ini awalnya bertujuan untuk menghormati Dewa Thien Hou. Mereka berjalan tanpa alas kaki diatas bara api sambil membacakan doa. Setelah itu mereka menjadi vegetarian dalam sembilan hari. Hal ini dipercaya akan memberikan umur panjang, kesehatan, dan jiwa yang suci.

Bila kamu ingin melihat festival ini, kamu bisa jalan-jalan ke Penang Malaysia di bulan ke 9 atau bulan Oktober setiap tahunnya.

8. Menari Bersama Mayat

menari bersama mayat

menari bersama mayat

Masuk lagi tradisi horror dan menakutkan dengan menari bersama mayat yang biasa disebut tradisi Famadihana. Ritual ini biasa dilakukan oleh suku Malagasi di Hauts Plateaux, Madagaskar, dengan cara itu dipercaya arwah jenazah tersebut akan mencapai akhirat. Tradisi ini dilakukan 7 tahun sekali. Setelah mayat dikubur selama itu, maka kuburan akan dibongkar dan diajak menari layaknya orang yang masih hidup.

Upacara ini seolah tidak semenakutkan yang kita bayangkan, orang-orang suku Malagasi menikmatinya bagai sedang berpesta. Terlebih upacara ini diisi dengan lagu kebangsaan, dilengkapi dengan makanan dan minuman. Sanak saudara dari jenazah akan mendekati jenazah dan membuka tali dan bungkusannya, dengan biasa mereka akan membanjur jenazah tersebut dengan anggur. Lalu ditutup kembali dan menari lagi.

9. Impaling

impaling

impaling

Tradisi ini berawal dari Phuket, Thailand dan diadakan setiap tahunnya. Budaya ini bertujuan membersihkan diri dari kejahatan dalam diri partisipant. Gimana ga ekstrim? Tradisi yang dikenal sebagai Festival Vegetarian ini para partisipant akan ditusukan benda tajam berupa pedang atau pisau lewat ke pipi mereka guna melindungi dari pengaruh jahat.

Pada tahun 2011 dikabarkan 74 orang terluka karena tradisi ini, dan 1 tewas. Kalau difikir-fikir barang yang ditusuk itu sangat besar dan masuk di kulit pipi, belum lagi bekas lukanya yang belum tentu hilang. Barang yang digunakan pun harus higienis untuk menghindari infeksi luka. Seram sekali.

10. Penghormatan Kematian

penghormatan kematian

penghormatan kematian

Penghormatan kematian biasa dilakukan oleh suku Yanomami yang hidup di Amazon. Suku Amazon terkenal dengan suku yang sangat primitif di dunia. Selain menjadi suku yang sangat tertutup dengan orang asing, suku ini ternyata tidak percaya akan kematian. Mereka akan membakar mayat tersebut dan abunya akan dicampur dengan pisang, setelah itu pisang tersebut dimakan oleh suku tersebut. Tujuannya agar orang yang telah mati terus tetap semangat hidup.

Share Yuk :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.